Selasa, 14 Juli 2026

Juli 14, 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Timur akan mengalami cuaca cerah hingga berawan dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut diperkirakan disertai suhu udara maksimum berkisar antara 30 hingga 33 derajat Celsius pada siang hari, sementara suhu pada malam hingga dini hari terasa lebih rendah dibandingkan biasanya akibat fenomena musim kemarau yang dikenal sebagai bediding.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Kota Mojokerto diperkirakan menjadi wilayah dengan suhu udara tertinggi pada siang hari. Di kawasan tersebut, cuaca cerah memungkinkan intensitas penyinaran matahari meningkat sehingga suhu udara terasa lebih panas, terutama pada siang hingga sore hari.

Sebaliknya, Kota Batu diperkirakan menjadi salah satu wilayah dengan suhu paling sejuk di Jawa Timur. Letak geografis yang berada di dataran tinggi membuat suhu udara di kawasan tersebut relatif lebih rendah dibandingkan daerah pesisir maupun wilayah perkotaan lainnya.

Meski siang hari terasa cukup panas, masyarakat di Surabaya dan sejumlah daerah sekitarnya belakangan justru merasakan udara yang jauh lebih dingin pada malam hingga pagi hari. Perubahan suhu yang cukup kontras ini menjadi perhatian karena dirasakan hampir setiap hari sejak memasuki musim kemarau.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan fenomena bediding, yaitu penurunan suhu udara yang lazim terjadi menjelang puncak musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Fenomena ini bukan merupakan kejadian yang tidak biasa, melainkan bagian dari karakteristik cuaca selama musim kemarau.

Prakirawan BMKG Juanda menjelaskan bahwa bediding dipengaruhi oleh bertiupnya angin muson timur yang berasal dari Benua Australia. Massa udara yang dibawa angin tersebut memiliki karakteristik lebih kering dan lebih dingin sehingga memengaruhi suhu udara, terutama pada malam hingga dini hari.

Selain faktor angin muson, kondisi langit yang cenderung cerah juga menjadi penyebab utama suhu terasa lebih dingin. Ketika langit minim tutupan awan, panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari melalui proses radiasi. Akibatnya, suhu udara menurun lebih cepat sehingga udara terasa lebih dingin dibandingkan saat musim hujan.

Fenomena ini menyebabkan masyarakat dapat merasakan perbedaan suhu yang cukup signifikan antara siang dan malam. Saat siang hari suhu dapat mencapai lebih dari 30 derajat Celsius, sedangkan menjelang dini hari suhu dapat turun cukup drastis, terutama di wilayah dataran tinggi maupun kawasan yang memiliki tingkat kelembapan lebih rendah.

BMKG memperkirakan fenomena bediding masih akan berlangsung hingga mencapai puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Selama periode tersebut, cuaca cerah diprediksi masih mendominasi sebagian besar wilayah Jawa Timur dengan peluang hujan yang relatif lebih rendah dibandingkan musim penghujan.

Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan aktivitas dengan perubahan suhu harian yang cukup ekstrem. Pada siang hari, warga disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari langsung, serta menghindari aktivitas berat dalam waktu yang terlalu lama di luar ruangan.

Sementara itu, saat malam hingga pagi hari, masyarakat disarankan menggunakan pakaian yang lebih hangat, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat udara dingin. Perubahan suhu yang cukup drastis juga dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan apabila kondisi tubuh tidak terjaga dengan baik.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca resmi sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan. Informasi terkini mengenai kondisi cuaca dapat menjadi acuan dalam merencanakan berbagai kegiatan sekaligus mengantisipasi perubahan cuaca yang mungkin terjadi selama musim kemarau.

Dengan dominasi cuaca cerah pada siang hari dan fenomena bediding pada malam hari, masyarakat di Jawa Timur diharapkan dapat lebih memahami karakteristik musim kemarau yang sedang berlangsung. Kewaspadaan terhadap perubahan suhu harian serta menjaga kondisi kesehatan menjadi langkah penting agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan aman dan nyaman hingga puncak musim kemarau berakhir.

0 komentar:

Posting Komentar