Rabu, 29 Juli 2026

Juli 29, 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan kembali meraih predikat juara umum dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 dengan membidik perolehan 20 medali emas. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan prestasi sekaligus menunjukkan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aris Agung Paewai, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah penyelenggara LKS di Kabupaten Sidoarjo. Kunjungan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelaksanaan lomba berjalan lancar, baik dari sisi teknis, kesiapan peserta, maupun kelengkapan sarana pendukung.

Dalam monitoring tersebut, Aris mengunjungi SMKN 1 Buduran, SMKN 2 Buduran, dan SMKN 3 Buduran yang menjadi lokasi pelaksanaan sejumlah cabang lomba secara daring. Ia memantau langsung kesiapan ruang kompetisi, perangkat teknologi, jaringan internet, hingga koordinasi panitia dan pendamping peserta agar pelaksanaan lomba berlangsung tanpa kendala.

Jawa Timur menargetkan 20 medali emas, yang terdiri atas 10 medali emas dari kategori kompetisi daring dan 10 medali emas dari kategori kompetisi luring. Target tersebut disusun berdasarkan kesiapan peserta, hasil pembinaan yang telah dilakukan selama berbulan-bulan, serta pengalaman Jawa Timur dalam meraih prestasi pada penyelenggaraan LKS tingkat nasional sebelumnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah SMKN 1 Buduran, yang dipercaya menjadi tempat pelaksanaan tujuh bidang lomba, yakni Vision Technology, Hotel Reception, 3D Game Art, Health and Social Care, Beauty Therapy, Hairdressing, dan Farmasi. Seluruh fasilitas penunjang telah dipersiapkan agar peserta dapat mengikuti kompetisi secara optimal.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan listrik selama pelaksanaan lomba daring, pihak sekolah juga menyiapkan generator set (genset) sebagai sumber listrik cadangan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh perangkat komputer, jaringan internet, serta sistem kompetisi tetap berjalan tanpa gangguan sehingga peserta dapat menyelesaikan setiap tahapan lomba sesuai jadwal.

LKS Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026 berlangsung pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2026 dengan mempertemukan siswa-siswi terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia. Ajang ini menjadi wadah bagi peserta didik SMK untuk menunjukkan kompetensi, keterampilan, kreativitas, dan profesionalisme sesuai bidang keahlian masing-masing.

Pada tahun ini, 45 siswa terbaik dari 29 SMK negeri dan swasta di Jawa Timur dipercaya mewakili provinsi dalam 38 bidang kompetensi yang diperlombakan. Seluruh peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi dan pembinaan intensif agar mampu bersaing dengan perwakilan dari daerah lain.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap seluruh peserta dapat tampil percaya diri, menjaga sportivitas, dan mengeluarkan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, ajang LKS bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi juga menjadi sarana mengukur kualitas pendidikan vokasi serta kesiapan lulusan SMK menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Selain menjadi ajang kompetisi, LKS Nasional juga menjadi momentum bagi sekolah untuk memperkuat budaya inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kompetensi, serta memperluas kolaborasi dengan dunia industri. Prestasi yang diraih para siswa diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan keterampilan sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Melalui target meraih 20 medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara umum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis mampu kembali menunjukkan kualitas pendidikan vokasi yang unggul di tingkat nasional. Keberhasilan dalam LKS diharapkan tidak hanya mengharumkan nama Jawa Timur, tetapi juga memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

0 komentar:

Posting Komentar