Rabu, 12 Agustus 2026

Agustus 12, 2026

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan sekaligus mencoba secara langsung ketahanan genteng inovatif hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam sebuah pameran teknologi nasional. Momen ketika Presiden menginjak genteng tersebut menarik perhatian para peserta dan tamu undangan yang hadir, sekaligus menjadi demonstrasi langsung terhadap kekuatan material hasil inovasi para peneliti Indonesia.

Dalam demonstrasi tersebut, Presiden berdiri dan menginjak permukaan genteng untuk melihat secara langsung daya tahannya. Aksi tersebut disambut antusias oleh para peneliti dan peserta pameran karena menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas produk hasil penelitian dalam negeri. Meski menerima beban secara langsung, genteng tersebut tetap utuh dan tidak mengalami kerusakan.

Menurut tim periset BRIN, genteng tersebut memang dirancang memiliki tingkat kekuatan yang tinggi sehingga mampu menahan beban tanpa mudah retak maupun pecah. Untuk memperlihatkan kualitas produk kepada masyarakat maupun calon pengguna, genteng tersebut dapat didemonstrasikan melalui berbagai uji ketahanan, termasuk dengan cara diinjak secara langsung.

Salah satu keunggulan utama inovasi tersebut terletak pada penggunaan sabut kelapa sebagai bahan baku utama. Limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal diolah melalui teknologi khusus dan dipadukan dengan material pendukung sehingga menghasilkan genteng yang ringan, kokoh, dan memiliki daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi penggunaan.

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan baku juga menjadi nilai tambah karena mendukung konsep ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan. Dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai tinggi, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Selain memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan genteng konvensional, produk hasil riset BRIN ini juga dirancang agar tetap memiliki kekuatan struktural yang baik. Karakteristik tersebut dinilai dapat mempermudah proses pemasangan sekaligus memberikan alternatif material bangunan yang lebih efisien bagi masyarakat maupun pelaku industri konstruksi.

Pengembangan genteng berbahan sabut kelapa merupakan bagian dari komitmen BRIN dalam menghasilkan inovasi yang memanfaatkan potensi sumber daya lokal Indonesia. Melalui riset yang berkelanjutan, lembaga tersebut terus mendorong lahirnya berbagai produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga siap diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Presiden Prabowo juga meninjau berbagai hasil penelitian lainnya yang dipamerkan BRIN, mulai dari teknologi di bidang energi, kesehatan, hingga pengelolaan sumber daya alam. Pemerintah berharap hasil-hasil riset tersebut tidak berhenti pada tahap laboratorium, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut hingga memasuki tahap produksi dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dunia usaha, dan sektor industri agar berbagai inovasi karya anak bangsa dapat diproduksi secara massal dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian sehingga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi.

Melalui pengembangan produk seperti genteng berbahan sabut kelapa, pemerintah berharap Indonesia mampu menghadirkan lebih banyak inovasi berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan, bernilai ekonomi tinggi, dan mampu memperkuat kemandirian industri nasional. Inovasi semacam ini juga diharapkan menjadi bukti bahwa hasil riset dalam negeri memiliki kualitas yang mampu bersaing sekaligus memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.

0 komentar:

Posting Komentar